RSS

To Notebook of Naval Architecture and Chemistry

Tampilkan postingan dengan label Design Kapal Methods. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Design Kapal Methods. Tampilkan semua postingan

SHIP DESIGN METHOD ( Metode dalam Mendesain Kapal)

SHIP DESIGN METHOD

( Metode dalam Mendesain Kapal)


Dalam proses merancang kapal, perancanaan dari desain hingga direncanakan di bisnis development , setelah dibuat planning yang baik karena menginfestasikan uang yang banyak termasuk membuat feasibility study membandingkan revenue dg biaya total kapal operational cost kapal. Setelah melakukan planning, kemudian contract design maka kita menentukan metode-metode dalam perancangan kapal. Secara umum metode dalam perancangan kapal adalah sebai b termasuk membuat feasibility study membandingkan revenue dg biaya total kapal operational cost kapal. Setelah melakukan planning, kemudian contract design maka kita menentukan metode-metode dalam perancangan kapal. Secara umum metode dalam perancangan kapal adalah sebai bikut:

 

1.Parent Design Approach

Parent design approach merupakan salah satu metode dalam mendesain kapal dengan cara perbandingan atau komparasi, yaitu dengan cara menganbil sebuah kapal acuhan kapal pembanding yang memiliki karakteristik yang sama dengan kapal yang akan dirancang. Dalam hal ini designer sudah mempunyai referensi kapal yang sama dengan kapal yang akan dirancang, dan terbukti mempunyai performance yang bagus (secara teknologi dan operasional bagus)

 

A.    Keuntungan dalam parent design approach adalah :

clip_image001[22]      Dapat mendesain kapal lebih cepat, karena sudah ada kaa acuhan sehingga tinggal memodifikasi saja.

clip_image001[23]      Performance kpal terbukti (stabilitas, motion, reistance)
clip_image001[24]      Confidence
B.  Kelemahan
Metode ini adalah kapal yang dirancang sulit di pasarkan jika ada teknologi yang baru yang sedang masuk (persainan anta produk).

 

2. TREND CURVE APPROACH
Dalam proses perancangan kapal terdapat beberapa metode salah satunya yaitu Trend Curve approach atau biasanya disebut dengan metode statistik dengan memakai regresi dari beberapa kapal pembanding untuk menentukan main dimension. Dalam metode ini ukuran beberapa kapal pembanding di komparasi dimana variabel dihubungkan kemudian ditarik suatu rumusan yang berlaku terhadap kapal yang akan dirancang.

 3. ITERATIF DESIGN APPROACH
Iteratif desain adalah sebuamh metodologi desain kapal yang berdasarkan pada proses siklus dari prototyping, testing, analyzing, dan menyempurnakan produk atau proses. Perubahan dan perbaikan akan dilakukan berdasarkan hasil pengujian iterasi terbaru sebuah desain. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan fungsionalitas dari sebuah desain yang sudah ada. Dalam desain iteratif, interaksi dengan sistem yang dirancang akan digunakan sebagai bentuk untuk menginformasikan dan penelitian suatu proyek berkembang, sebagai versi yang berurutan, atau iterasi dari desain diimplementasikan.
Proses desain kapal memiliki sifat iteratif yang paling umum digambarkan oleh spiral desain yang mencerminkan desain metodologi dan strategi.
Biasanya metode ini digunakan paa oran-orang tertentu saja ( sudah berpengalaman dengan mengunakan know ledge) disini telah digunakan proses berulang (re used design) seperti di diskripsikan pada gambar dibawah ini.

clip_image003[4]
Gambar 3.1 Proses desain kapal

4. PARAMETRIC DESIGN APPROACH
Parametric design approach adalah metode yang digunakan dalam  mendesain kapal dengan parameter misalnya ( L, B, T, Cb, LCB dll) sebagai main dimension yang merupakan hasil regresi dari beberapa kapal pembanding, kemudian dihitung Rt, merancang baling-baling, perhitungan perkiraan daya motor induk, perhitungan jumlah ABK, perhitungan titik berat, trim dll secara detail.

A.Keuntungan dalam Parametric design approach adalah:
clip_image001[25]      Mendesain  kapal lebih terstruktur
clip_image001[26]      Jika perencaan berhasil, maka pengalaman dapat di ambil untuk metode desain kapal selanjutnya

B.Kelemahan dalam Parametric Design approach adalah:
clip_image001[27]      Memakan banyak waktu
clip_image001[28]      Sering terjadi error human dalam perhitungan
clip_image005[4]
4.1 Analisis Regresi

Kurva regresi dari beberapa kapal pembanding untuk menentukan main dimension

5. OPTIMATION DESIGN APPROACH
Metode optimasi digunakan untuk menentukan ukuran utama kapal yang optimum serta kebutuhan daya motor penggeraknya pada tahap basic design. Dalam hal ini, disain yang optimum dicari dengan menemukan disain yang akan meminimalkan economic cost of transport (ECT)

Untuk tujuan analisis pada tahap basic design atau untuk tujuan studi kelayakan, metode ini terbukti mampu digunakan sebelum memasuki tahapan disain selanjutnya. Hal ini menunjukkan bahwa program optimasi yang dikembangkan disini mampu secara efektif dan konsisten memberi pendekatan terhadap hasil disain kapal-kapal yang sudah
ada. Lebih jauh lagi, terlihat bahwa kesulitan dalam pemanfaatan metode optimasi sebagai tool untuk memecahkan masalah-masalah optimasi tidak termanifestasi pada bagaimana kita membuat struktur model optimasi itu sendiri. Akan tetapi, kesulitannya lebih pada bagaimana kita mengekspresikan setiap masalah optimasi yang ada didalamnya kedalam persamaan matematis yang dapat dieksekusi oleh optimasi Ukuran utama kapal dan  kebutuhan daya motor penggerak yang diperoleh dari program optimasi yang dikembangkan disini dapat diturunkan lebih lanjut ke dalam analisa yang lebih detail untuk mendisain sistem permesinan di kapal lainnya. Penambahan direktori dapat digunakan untuk melakukan hal tersebut baik pada input folder maupun pada output folder, termasuk didalamnya dilakukan dengan penambahan constraints dan output. Proses optimasi seperti ini dapat juga dimanfaatkan untuk melakukan seleksi terhadap penggerak utama di kapal dari beberapa alternatif yang ada seperti yang disampaikan penulis pada referensi.

Keutungan dari metode optimisation design approach adalah:
clip_image001[29]      Tenaga mesin, kapasitas ruangan dan stabilitas harga dapat ditentukan sejak awal.
clip_image001[30]      Ulangan perancanaan seperti desain spiral tidak diperlukan.
clip_image001[31]      Perjanjian dengan pemesan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan kerjanya lebih sedikit.

Parameter Optimasi

Batasan – batasan untuk mencari ukuran utama yang optimal :
x   Hukum Fisika
D              = LWT + DWT Ñ
LWT          = total berat baja                                                                    [ton]
DWT         = Payload + Consumable + Crew                                           [ton]
Toleransi selisih D dengan [ LWT + DWT ]  : ± 5 %

x   Kapasitas Ruang Muat

Kapasitas ruang muat   =   volume muatan

                        Volume muatan = berat muatan x specific volum                              [m3]
                        Specific volume gandum = 1.25 – 1.35 m3/ton
                        Toleransi selisih kapasitas ruang muat dengan volume muatan  : ± 5 %

x   Stabilitas
Sesuai dengan criteria stabilitas menurut IMO.

x   Freeboard

Actual freeboard    ³   freeboard minimum

Freeboarf minimum yaitu freeboard hasil perhitungan menurut International load Lines Convention 1966 & protocol 1988.

x   Trim
Ukuran utama yang dipilih harus memiliki          :
trim = 0 ( even keel )

x   Harga
Ukuran utama yang dipilih harus memiliki harga yang relatif lebih kecil dari beberapa ukuran utama yang lolos 5 hal di atas 
    
clip_image007[4]

Gambar 5.1  Verivikasi DWT-BHP dan DWT-LPP 
clip_image009[4]
             Gambar 5.4 Verivikasi LPP-DWT dan LPP-T

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SHIP DESIGN PROCESS 2

SHIP DESIGN PROCESS 2

A.    DESIGN CONSTRAINTS
Kita menggunakan Design constraints sebagai istilah yang biasa digunakan untuk menyatakan permintaan, tujuan disain, faktor keberhasilan, dan lain sebagainya. Daftar dari design constraints dibuat pada awal proses dan harus mudah dimengerti. Sasarannya adalah menuju pada sebuah hasil dari beberapa daftar dari design constraints, dengan hasil yang setiliti mungkin dan semaksimal mungkin.
Setiap desain kapal harus memenuhi dari sebuah tujuan/maksud dan biasanya tujuan tersebut didefinisikan pada permintaan dari calon pemilik kapal (Shipowner’s Requirements). Meskipun permintaan dari calon pemilik kapal benar-benar tidak cukup untuk membatasi disain, maka desainer harus mengatur batasan-batasan untuk desain itu sendiri.
Batasan-batasan desain diterapkan pada setiap desain kapal, baik pada saat proses produksi dan hasil produksi. Waktu dan biaya adalah hal pokok yang biasanya dibatasi, sebisa mungkin waktu dan biaya yang dibutuhkan seminim mungkin. Ini diterapkan baik pada saat proses desain kapal maupun proses pengiriman bahan baku. Contoh lain dari proses desain ini mungkin adalah tidak tersedianya personel dengan kemampuan yang cukup atau membutuhkan bantuan perangkat lunak komputer, perangkat keras komputer, ataupun jaringan yang mendukung.
Batasan fisik mungkin diterapkan pada disain itu sendiri untuk alasan : kebutuhan untuk membangun kapal pada galangan tertentu dan kemudian cara meluncurkannya ke laut, kebutuhan pemeliharaan kapal, dan kebutuhan kapal untuk bersandar ke dermaga tertentu.
Seringkali galangan, dermaga atau pelabuahan harus dipertimbangkan. Kedalaman pelabuhan atau kedalaman jalur untuk menuju ke dermaga (misal dermaga berada di sungai) dapat menentukan batasan tinggi sarat kapal sehingga hal tersebut harus dipertimbangkan. Panjang badan kapal mungkin dibatasi oleh ketersediaan tempat di galangan. Itu adalah beberapa contoh pertimbangan-pertimbangan yang dapat menentukan pertimbangan fisik pada desain kapal baru.
B.     CONCEPT DESIGN

            Konsep desain kapal merupakan tahap lanjutan setelah adanya Owner design requirement dimana konsep desain juga merupakan basic design dalam proses perancangan kapal. Konsep desain kapal adalah tugas untuk mendefinisikan sebuah objek untuk memenuhi persyaratan misi dan mematuhi seperangkat kendala. Desain dari artefak rekayasa biasanya dilakukan oleh sebuah-sintesis-evaluasi siklus analisis. Dalam perancangan sistem yang terintegrasi, analisis secara keseluruhan biasanya tidak mungkin dan solusinya yaitu dikelola serta dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian ini kemudian dapat dianalisis secara individual dan digabungkan untuk memberikan data keseluruhan. Jika bagian-bagian individu tidak sepenuhnya independen, pada tahap integrasi dilakukan metode iteratif. Desain kapal melibatkan berbagai teknologi, sehingga  dituntut adanya integrasi secara keseluruhan. Kesulitan lainnya tugas desain kapal disebabkan oleh. persyaratan desain dan kendala lainnya. Maka dapat dilakukan pendekatan untuk membangun sistem pakar berbasis pengetahuan dari desainer kapal, misalnya peraturan dan kasus-kasus dari desain kapal sebelumnya. Pendekatan kapal dibagi menjadi tiga komponen yang berbeda, salah satunya yaitu menggunakan pendekatan top down. Desain model dikembangkan sebagai contoh kasus. menunjukkan dekomposisi dan penalaran logis berdasarkan dan komponen ini kemudian dikembangkan dan disajikan.

Dalam konsep desain kapal ada 2 model, yaitu domain-spesifik dan banyak proses desain, tapi desain spiral 'Evans mungkin adalah yang paling terkenal. Model ini menekankan bahwa banyak masalah desain yang saling berinteraksi dan harus dipertimbangkan dalam urutan, dan dalam peningkatan detail masing-masing yang kemudian membentuk spiral sampai diperoleh desain tunggal yang memenuhi semua kendala dan semua pertimbangan bisa tercapai. Pendekatan ini dasarnya adalah desain berbasis titik. Disebut demikian karena pada akhirnya nanti akan mengarah pada satu titik dalam desain ruang. Kerugian dari pendekatan ini adalah bahwa hal itu tidak mungkin menghasilkan solusi optimal global. Saat ini, pendekatan yang berbeda, yang diambil dari otomotif industri, digunakan dalam desain konseptual kapal. Hal ini digunakan,sebagai fitur utama, mendefinisikan luas set untuk parameter desain itu sendiri, dalam rangka untuk memungkinkan desain konkuren, maka set ini akan terus terbuka sehingga tim desain dapat melihat perbedaan dalam kinerja dan biaya antara solusi yang berbeda.

Proses desain konseptual mencakup beberapa desain tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, persyaratan definisi, desain kriteria seleksi, dan kerangka pembangunan solusi. Desain konseptual mempengaruhi bagian terbesar dari biaya siklus produk, dan dengan demikian, penggunaan optimal pendekatan desain akan lebih tepat digunakan untuk menemukan pendekatan optimal solusi global. Dalam mencari solusi yang optimal, tidak selalu mungkin untuk menggunakan metode preskriptif tradisional yang mana pada metode ini sering menimbulkan kesulitan untuk berkembangnya desain baru. Karena itu. metode alternatif harus dicoba. Dalam hal ini, prinsip-prinsip metode yang digunakan semakin banyak, yang berarti banyak model analisa yang akan digunakan untuk menghubungkan atribut fungsional sebagai desain parameter. Berdasarkan atribut, manfaat yang dibangun, persyaratan desain disesuaikan dalam rangka untuk membimbing proses optimasi.

Dalam melakukan konsep desain perlu diperhatikan:



Aturan kepatuhan / keselamatan evaluasi
·         Utuh stabilitas / pemuatan dan stabilitas
·         Stabilitas Kerusakan / probabilistik aturan
·         Kapal kerentanan terhadap banjir / banjir simulasi dinamis / pengendalian banjir kerusakan
·         Sarana melarikan diri & rencana evakuasi / simulasi evakuasi
·         Alternatif desain & pengaturan / keselamatan studi
Evaluasi kinerja kapal
·         Lambung dan optimasi embel-embel
·         Kenyamanan penumpang
·         Manoeuvrability
·         Perlawanan dan hidrodinamika umum / CFD dan model pengujian
·         Saluran dan optimasi suprastruktur / CFD dan model pengujian
·         Penghematan energi / pemodelan dinamis
·         HVAC comfort and noise HVAC




Dalam mengkonsep desain kapal, Safety at Sea telah mendukung pengembangan dan verifikasi tujuan keamanan dalam kaitannya dengan stabilitas kapal, kerusakan, survivabilitas kapal , pemadam kebakaran, dan evakuasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa standar keselamatan sesuai dengan harapan keamanan modern. Selain itu analisis resiko juga penting dan pengkosepan desain kapal. Selama tahap awal konsep desain kapal, penggunaan analisis risiko menjadi banyak digunakan sebagai alat inovatif untuk mengevaluasi dan alternatif pengaturan terkait, tetapi tidak terbatas untuk stabilitas kerusakan dan masa hidup, perlindungan, serta pengaturan evakuasi kebakaran. Risiko desain dengan menggunakan analisis risiko eksplisit mendukung pengambilan keputusan desain.
Bahan bakar merupakan komponen vital dalam dunia industri termasuk di dalamnya industri kapal di negara kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa komponen biaya bahan bakar mengambil porsi sekitar 40% dari total biaya operasional sebuah kapal. Bahan bakar yang dipergunakan oleh industri perkapalan tidak disubsidi oleh negara, tetapi untuk industri kapal ikan yang dijalankan oleh nelayan masih disubsidi oleh negara. Ini akan membuat beban APBN semakin berat. Dari hal ini maka diperlukan sebuah konsep baru tentang kapal yang mampu menekan penggunaan bahan bakar dan ramah lingkungan.

Contoh konsep desain kapal terbaru dari Samskip Multimodal Container Logistics BV di Rottedam tengah merencanakan pembangunan kapal kargo untuk perjalanan jarak pendek dengan konsep desain terbaru, yang dinamakan CREATE35. Proyek yang didanai oleh Komisi Eropa ini diharapkan akan meningkatkan potensi dengan meningkatnya kompetisi di negara-negara Eropa. Kompetisi industri tersebut mengakibatkan peningkatan jumlah kargo yang harus diangkut dengan kapal, dengan jarak perjalanan yang eraltif pendek. Untuk itu diperlukan kapal yang lebih besar dan mampu menangani bongkar-muat kargo dengan lebih cepat.

Kapal kargo terbaru ini didesain agar dapat digunakan untuk muatan kering dan kargo cair. Dengan desain terbaru ini, saat mencapai dermaga kapal akan dapat lebih cepat melepas kargo dari kapal dan menaruhnya di dermaga. Desain kapal ini akan meminimalkan jumlah kru, sistem mesin dan navigasi, untuk meminimalisasi biaya operasional saat kapal berlabuh, dan juga biaya pembuatan kapal. Unit kargo juga disusun untuk siap dibongkar kembali. Dengan desin ini, diperkirakan waktu pembuatan kapal akan berkurang sekitar 10%.
Potensi utama dari konsep desain CREATE35 ini adalah kemampuan untuk memindahkan kargo secara lengkap hanya dalam satu langkah. Tetapi, kadang juga dalam satu kapal memuat lebih dari satu jenis kargo, yang akan memerlukan lebih dari satu kali proses pemindahan atau pembongkaran kargo. Dalam kasus seperti ini, keuntungan dari CREATE35 adalah mampu mengangkut lebih banyak kargo dalam satu kali pengangkutan, karena kapasitas pemindahan CREATE35 dapat mencapai kontainer berukuran 45 kaki atau tanki berukuran 20 kaki. Konsep CREATE35 ini juga dapat diaplikasikan pada beberapa tipe kargo, meliputi kontainer, produk serbuk kasar dan cairan, serta bahan kimia dan gas cair.
C.     PRELIMINARY DESIGN
Pada preliminary design stage ini dikembangkan hasil dari tahap conceptual dengan menetapkan alternatif kombinasi yang jelas, sehingga pada akhirnya didapatkan gambaran utama kapal dan kecepatan servicenya, begitu juga daya motor yang diperlukan, demikian pula dengan daftar sementara peralatan permesinan. Selama Preliminary design, perancangan kapal dikembangkan untuk mendapatkan tingkatan tertentu untuk menjamin secara teknis bahwa semua persyaratan perancangan kapal dapat terpenuhi
Dalam  mendesain kapal, langkah awal dimulai dengan preliminary design, menentukan banyaknya tim desain, dan biaya pendesainan. berikut adalah tujuan dari fase ini:
-          Menetapkan permintaan kemampuan kapal maksimum dan membuat permintaan berikutnya
-          Menentukan ukuran kapal dan konfigurasi keseluruhan
-          Memilih sistem utama kapal
-          Mengukur performa kapal
-          Mengurangi atau mengeliminasi resiko tentang hal teknis, biaya, dan penjadwalan.
-          Menyaring modal dan perkiraan biaya operasi
-          Menentukan perencanaan sesuai Build Strategy
Karena biaya akhir dan performa dari kapal baru akan menjadi lebih besar pada akhir dari fase preliminary design, selesainya fase ini secara tepat waktu sangat penting.  Sebuah studi untuk mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atau konsep desain yang telah memenuhi persyaratan performa yang ditentukan pada tahap sebelumnya akan tersedia dan hal ini akan menjadi titik awal dari preliminary design. Selama tahap ini, sebuah trade off studies menunjukkan persoalan desain yang akan memberikan efek global pada ukuran kapal, konfigurasi keseluruhan performa, biya atau resiko. Studi dari permasalahan tersebut yang tidak memiliki pengaruh global pada batasan-batasan tadi, maka tidak bisa digunakan pada fase ini dan harus kembali ke langkah awal. Kesalahan yang dilakukan dapat menyia-nyiakan sumber dan mengalihkan perhatian dari tim desain.
            Beberapa contoh dari permasalahan yang berkaitan dengan trade off studies pada tahap ini:
-          Perbandingan ukuran utama kapal  (L/B, B/D, ect.)
-          Bentuk lambung (transom atau cruiser stern, dengan bulb bous bow atau tanpa bulb bous bow, topside flare atau tumblehome)
-          Rencana umum
-          Sistem penggerak utama kapal
-          Lokasi dan ukuran deckhouse
-          Payload
-          Konfigurasi struktur lambung
-          Jumlah kru
Preliminary design dikembangkan melalui awal concept design pada seluruh area teknis, tanpa memperhatikan apakah mengikuti trade-off studies. Pada area design yang tidak berdasar dari desain alternatif sebuah landasan yang cukup beralasan harus dipilih dan diartikan sesuai tingkatan detail. Untuk kebanyakan sistem kapal, terdapat identifikasi dan perkiraan ukuran dari komponen utama sistem dan pembuatan sebuah one line diagram sederhana pada sistem tersebut. Sistem alternatif akan dipelajari pada fase berikutnya.
  1. CONTRACT DESIGN
 Tujuan dari contract design stage adalah untuk mengembangkan perancangan kapal dalam bentuk yang lebih mendetail yang memungkinkan pembangun kapal memahami kapal yang akan dibuat dan mengestimasi secara akurat seluruh beaya pembuatan kapal. Dalam detailnya contract guidance drawing dibuat untuk menggambarkan secara tepat perancangan yang diinginkan. Contract design biasanya menghasilkan satu set spesifikasi dan gambar, serta daftar peralatan permesinan.
Hasilnya sesuai dengan namanya dokumen kontrak pembuatan kapal. Langkah-langkahnya meliputi satu , dua atau lebih putaran dari desain spiral. Oleh karena itu pada langkah ini mungkin terejadi perbaikan hasil-hasil preliminary desain. Tahap ini merencanalan menghitung lebih teliti hull form atau bentuk badan kapal dengan memperbaiki linesplan dengan tenaga penggerak dengan memakai model test , seakeeping dan manouvering characteristic , pengaruh jumlah prop. Terhadap badan kapal , detail konstruksi , pemakaian jenis baja , jarak & tipe gading. Pada tahap ini dibuat juga estimasi berat & tidak berat yang dihitung berdasarkan posisi & berat masing-masing item dari konstruksi. General arrangement detail dibuat juga pada tahap ini. Kepastian : kapasitas, permesinan, gudang, bahan bakar, air tawar, ruang-ruang akomodasi. Kemudian dibuat spesifikasi rencana standar kualitas dari bagian badan kapal serta peralatan. Juga uraian mengenai metode pengetesan dan percobaan sehingga akan didapatkan kepastian kondisi kapal yang sebaiknya.
Tujuan dari contract design adalah untuk mendefinisikan kapal dengan tingkatan dari ketelitian berdasarkan sebuah pengalaman pembangunan kapal yang dapat membuat sebuah estimasi biaya konstruksi. Produk dari kontrak desain adalah rencana kontrak dan spesifikasi. Pekerjaan dalam kontrak desain dibagi menjadi 3 bagian :
Ø  The hull section
Ø  The machinery section
Ø  The electrical section 
“The hull section”
·         Penggambaran dari garis untuk skala besar
·         Perhitungan kurva hidrostatik & bonjean
·         Perhitungan kurva dari stabilitas statik
·         Persiapan dari rencana umum untuk skala besar.
·         Persiapan dari perhitungan kekuatan umum
·         Persiapan dari rencana struktur tengah kapal dan tipe bagian , deck , sekat & sistem kontruksi ujung , dll.
·         Persiapan dari rencana diagram  perpipaan bagian lambung dan ventilasi & sistem pendingin udara.
·         Persiapan dari estimasi berat kapal.
·         Untuk semua kapal , persiapan dari spesifikasi detail lambung.
“The machinery section”
·         Persiapan dari kesetimbangan panas
·         Perencanaan umum dari permesinan.
·         Diagram rencana dari sistem permesinan.
·         Spesifikasi detail untuk propeller dan permesinan.
“The electrical section”
·         Analisis beban umum
·         Rencana diagram dari semua sistem elektris
·         Spesifikasi detail untuk instalasi elektrik.

E.     DETAIL DESIGN
The final stage of ship design is the development of detailed working plan (gambar kerja). Hasilnya dari langkah ini adalah berisi petunjuk atau intruksi mengenai instalasi dan detail konstruksi pada fitters (tukang pasang), wilders (tukang las), outfitters (tukang perlengkapan), metal workers (tukang plat), machinery vendors (penjual mesin), pipe fitters (tukang pipa), dan lain-lainnya. Langkah ini perubahan dari engineer (ahli teknil) untuk artisan (tukang) oleh karena itu tidak bisa diinterpretasikan.
Dalam stage ini gambar kerja dan kebutuhan data lainnya untuk membuat kapal dikembangkan. Final design stage, dan seluruh keputusan perancangan seperti seleksi tipe permesinan, dll. Telah dibuat dan dikonfirmasikan dengan baik. Seluruh sistem yang dibutuhkan kapal, mesin utama dan mesin bantu telah dibuat secara terperinci, demikian pula pabrik pembuat yang diinginkan.
Final design adalah detail design mencakup semua rencana dan perhitungan yang diperlukan untuk proses konstruksi dan operasional kapal. Bagian terbesar dari pekerjaan ini adalah produksi gambar kerja yang diperlukan untuk penggunaan mekanik yang membangun lambung dan berbagai unit mesin bantu dan mendorong lambung, fabrikasi, dan menginstal perpipaan dan kabel.
Bgian dari proses final desgin ada 7 :
1.      Fairing garis biasanya untuk skala yang lebih besar
2.      Penyusunan model plating
3.      Menjalankan model untuk ketahanan dan koefisien pendorong jika tidak dilakukan sebelumnya
4.      Perhitungan berat rinci
5.      Penyusunan meluncurkan perhitungan dan pengajaran
6.      Penyusunan agenda uji
7.    Persiapan instruksi operasi untuk sistem dan peralatan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DESIGN KAPAL-SHIP ACQUISITION PROCESS

SHIP ACQUISITION PROCESS
Pengakuisisian berasal dari kata akuisisi yang dapat berarti penerimaan atau penyerahan, dalam kaitannya dengan dunia  perkapalan dan transportasi laut, kata pengakuisisian dapat berarti pengadaan kapal baru dalam sebuah armada, pengadaan tersebut dapat berupa pembelian atau penyewaan sebuah kapal baru. Pengakuisisian sebuah kapal baru dari sudut pandang pemilik kapal adalah sebuah pembelanjaan barang modal yang utama, yang harus melalui beberapa tahap proses yaitu
1.      Perencanaan (Planning Stage)
2.      Desain (Design Stage)
3.      Aktivitas komersial (Commercial Activities)
4.      Aktivitas produksi (Production Activities)
Pengakuisisian sebuah kapal dapat berupa pembelian atau penyewaan dengan beberapa jenis kondisi antara lain :
1.      Kapal yang baru dibuat dalam segi konstruksi
2.      Kapal bekas pakai
3.      Kapal pinjaman atau charter
4.      Kapal yang telah dikonversi
Tetapi dalam pembahasan ini hanya akan dibatasi tentang pengakuisisian kapal yang baru dibuat di galangan kapal saja, yang melalui empat tahapan proses yang telah disebutkan diatas.
            Dalam proses pengakuisisian kapal terdapat beberapa badan yang terlibat di dalamnya yaitu:
·         Ship owner
·         Ship yard
·         Industri penyokong, seperti industri baja
·         Badan-badan lainnya seperti
1.      Naval Architecture firm, seperti konsultan perancangan
2.      Universitas
3.      Biro klasifikasi
4.      Regulator atau badan pembuat peraturan, dalam hal ini pemerintah
            Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan tahapan yang harus dilalui dalam pengakuisisian sebuah kapal baru agar nantinya kapal dapat memenuhi spesifikasi permintaan owner dengan tepat. Seperti yang telah dijelaskan pada pendahuluan, yang termasuk dalam tahapan ini adalah:
1.      Perencanaan (Planning Stage)
2.      Desain (Design Stage)
3.      Aktivitas komersial (Commercial Activities)
II.1      Planning Stage
            Perencanaan awal merupakan suatu tahapan yang sangat penting dalam segala bidang, termasuk dalam bidang pengakuisisian kapal baru. Perencanaan ini dimulai dengan penafsiran dari segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembuatan kapal baru, penyerahan kapal kepada pemilik kapal, sampai dengan saat kapal beropersi nantinya.
            Penafsiran ini meliputi kondisi lingkungan internal organisasi yang berperan langsung dalam aktivitas pengakuisisian, maupun kondisi eksternal tempat dimana kapal akan menjalankan fungsinya.

II.1.1   Analisis kondisi lingkungan
            Analisis kondisi lingkungan dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu analisis mengenai kondisi lingkungan internal dan analisis kondisi lingkungan eksternal.
Ø  Analisis kondisi internal meliputi kelebihan dan kekurangan badan/organisasi yang berperan langsung dalam pengakuisisian kapal, badan ini termasuk pemilik kapal dan galangan/yard yang berperan membangun kapal baru tersebut.
Analisis ini mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan :
·         Sumber Daya Teknologi :
1.      Permesinan
2.      Riset
3.      Hak cipta
4.      Inovasi-inovasi dan keberanian mengambil resiko
·         Sumber Daya Finansial :
1.      Aset-aset
2.      Kondisi keuangan perusahaan
3.      Stabilitas finansial perusahaan
4.      Profit dari investasi
·         Sumber Daya Manusia:
1.      Jumlah dan tipe pekerja
2.      Kemampuan menejerial perusahaan
3.      Kemampuan dalam proses pengerjaan
·         Sumber Daya Menejemen :
1.      Kemampuan control pengerjaan
2.      Komunikasi
3.      Struktur organisasi

Ø  Analisis kondisi eksternal memiliki esensi yang mengarah kepada dampak ekonomis dari barang modal yang berwujud kapal tersebut, iklim perdagangan dimana kapal tersebut akan beroperasi, pertumbuhan  pasar dan kompetisinya. Yang termasuk bagian dari analisis ini adalah :
·         Ukuran Pasar :
1.      Volume tonase,kubik,jumlah penumpang, dll
2.      Tren dan pertumbuhan pasar.
3.      Potensi terbukanya daerah pemasaran baru
·         Pemasaran :
1.      Komoditas
2.      Fluktuasi aliran barang komoditas
·         Kompetitor :
1.      Jumlah kompetitor
2.      Kekuatan kompetitor
3.      Potensi aliansi dengan kompetitor
4.      Faktor pelayanan(waktu pengiriman, jadwal yang reliabel, dll.)
·         Trend Perekonomian :
1.      Tarif pengangkutan dan jasa
2.      Tren pergerakan tarif
3.      Konferensi dan peraturan yang mengatur perekonomian setempat
4.      Potensi persaingan tarif
·         Lingkungan Fisik :
1.      Jarak
2.      Lautan dan kondisi cuacanya
3.      Dalamnya kanal dan pelabuhan
4.      Pasang surut dan arus perariran
5.      Kontrol lalu lintas pelabuhan
·         Kondisi Pelabuhan :
1.      Ketersediaan kolam pelabuhan dan prioritasnya
2.      Produktivitas penanganan muatan
3.      Ketersediaan dan produktivitas tenaga kerja pelabuhan
4.      Ketersediaan barang muatan
·         Prosedur dan Syarat Masuknya Aliran Barang dan Jasa
1.      Sistem konferensi
2.      Larangan pemerintah
3.      Tarif bea masuk
4.      Terminal dan penampungan barang
5.      Pemotongan tarif
6.      Kelebihan kapasitas barang dan jasa

II.1.2   Strategi Pengembangan
            Setelah melalui proses analisa lingkungan internal dan eksternal, perencanaan memasuki fase yang kedua, yang disebut strategi pengembangan, dimana esensi dari pengembangan ini adalah untuk mencapai tujuan dari korporasi atau pemilik kapal. Tujuan itu meliputi beberapa hal, yaitu :
·         Keuntungan
·         Balik modal (break even point)
·         Pertukaran pasar
·         Pertumbuhan keuangan
·         Stabilitas keuangan
·         Kualitas barang dan jasa
·         Kompetisi dan,
·         Kebutuhan pasar
Untuk mencapai tujuan tersebut, terdapat beberapa strategi pengembangan, tetapi pada
Intinya terdapat beberapa komponen dasar dalam strategi pengembangan, yaitu :
·         Pemasaran
·         Inovasi
·         Sumber daya fisik
·         Sumber daya finansial
·         Produktivitas
·         Organisasi
·         Tanggung jawab sosial dan
·         Kebutuhan terhadap keuntungan
Tetapi perlu dipertimbangkan juga bahwa,untuk mencapai tujuan tersebut tidak harus memerlukan kapal yang baru, tetapi kapal bekas, kapal yang telah dikonversi maupun kapal sewaan juga bisa menjadi alternatif lain dalam mencapai tujuan tersebut.

II.1.3   Implementasi
            Kedua perencanaan terdahulu yang telah disebut diatas perlu ditransformasikan menjadi suatu perencanaan bisnis yang kongkrit, praktis dan dapat dilaksanakan. Implementasi perencanaan dalam industri maritim dan jasa transportasi pada umunya hampir sama dengan implementasi perencanaan manufaktur tradisional, yang terdiri dari :
·         Rencana Pemasaran
Mengidentifikasi segmen pasar yang lebih spesifik, kebutuhan pasar saat ini, pelanggan/customer, dan metode penjualan yang tepat
·         Rencana Kompetitor
Yaitu tindakan yang perlu dilakukan untuk merebut pangsa pasar, mencari aliansi atau memetakan kekuatan kompetitor
·         Rencana Operasi
Yaitu detail operasi yang akan dilakukan untuk menjalankan strategi pemasaran
·         Rencana Finansial
Ketersediaan dana operasi dan kontrol tehadap rencana bisnis yang dilakukan.
·         Rencana teknologi
Yaitu perencanaan pengembangan peralatan dan barang modal, termasuk kapal
·         Rencana Organisasi
Yaitu detail struktur organisasi untuk menjalankan strategi pemasaran.

II.1.4   Perekonomian
            Dalam proses pengakuisisian kapal, penggunaan disiplin ilmu ekonomi teknik merupakan suatu hal yang penting, karena disiplin ekononi teknik digunakan untuk mengembangkan teknologi, finansial dan strategi bisnis yang sudah dibangun.
            Dalam fase desain terutama dalam conceptual design dan preliminary design, didisiplin ilmu ekonomi teknik digunakan untuk mengoptimasi dan mencari alternatif lain dalam proses desain. Pada akhir perencanaan perekonomian ini, pemilik kapal dapat menyelesaikan spesifikasi permintaan (owner specification) untuk selanjutnya diserahkan ke pembangun kapal, dalam hal ini yard/galangan.


II.2      Design Stage
            Hal utama yang kedua dalam proses pengakuisisian kapal adalah tahap desain. Dalam hal ini desain dapat berarti mulainya proses perhitungan, penggambaran model, spesifikasi, dan eksperimen tes yang mungkin perlu dilakukan.Dalam desain stage ini, proses pengakuisisian kapal dibagi menjadi 4 bagian, yaitu :
·         Concept design
·         Preliminary design
·         Contract design
·         Detailed design
Dan perlu diperhatikan bahwa dalam bagian-bagian tersebut, detailed design, yang mana berisikan gambar-gambar kerja akan dikerjakan apabila kontrak pembangunan kapal telah ditandatangani.
            Proses desain ini melibatkan penyusunan, perencanaan, perhitungan kemudian penggambaran/pemodelan bentuk kapal, bahkan jika diperlukan akan dilakukan model testing, riset dan eksperimen untuk menjamin bahwa kapal telah dirancang seoptimum mungkin.
Selain itu, proses desain juga melibatkan persiapan dan pemesanan beberapa material yang akan digunakan dalam pembangunan kapal, selain itu desainer juga harus mempertimbangkan faktor pembangunan/manufaktur dan prosedur pembangunannya agar biaya pembangunan kapal dapat ditekan.
            Dalam proses desain mungkin juga akan  melibatkan beberapa modifikasi, penambahan dari desain-desain yang telah ada sebelumnya yang telah dibuat oleh perencana. Perencana juga harus mempertimbangkan jauh kedepan bahwa desain yang ia rancang mampu beroperasi dan bersaing secara efektif  dan layak untuk setidaknya 20 sampai 30 tahun kedepan setelah penyerahan kepada pemilik kapal, bahkan untuk kapal perang setidaknya masih layak beroperasi untuk 50 tahun setelah penyerahan kepada pemilik kapal. Maka seorang desainer tidak cukup hanya dengan up-to-date terhadap teknologi yang ada, tetapi juga harus melakukan riset dan pengembangan agar tercipta penemuan dalam disiplin ilmu yang berhubungan dengan teknologi kelautan.

II.2.1   Concept Design
            Konsep desain merupakan tahapan awal dalam proses desain,  dimana tahap ini pengumpulan data dilakukan dan ditransformasikan menjadi konfigurasi awal dari desain.
Hasil dari tahapan konsep desain ini biasanya berupa gambar atau sketsa secara umum, baik sebagian ataupun secara lengkap. Dalam konsep desain biasanya perancang juga menyediakan desain alternatif.
            Dalam tahapan konsep desain ini, hanya membutuhkan tenaga kerja yang sedikit, tetapi tenaga kerja ini haruslah memiliki kreativitas yang tinggi dan inovatif. Karena tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit, biasanya banyaknya tenaga yang dibutuhkan untuk konsep desain ini sekitar 80 hari orang.
clip_image002clip_image004
            Gambar 2.1 Desain spiral pada kapal dagang dan kapal perang

II.2.2   Preliminary design
            Tahapan yang kedua dalam proses desain adalah preliminary design. Preliminary design adalah usaha teknis lebih lanjut yang akan memberikan lebih banyak detail pada konsep desain. Dalam hubungannya dengan desain spirl, preliminary design ini merupakan iterasi kedua atau bisa dikatakan lintasan kedua pada spiral.
            Seperti dikatakan diatas, preliminary design memberikan detail lebih pada konsep desain, detail ini bisa meliputi fitur-fitur yang memberikan dampak signifikan pada kapal, termasuk juga pendekatan awal biaya yang akan dibutuhkan. Contoh dari penambahan detail adalah perhitungan kekuatan memanjang kapal, pengembangan bagian midship kapal, perhitungan yang lebih akurat mengenai berat dan titik berat kapal, sarat, stabilitas, dan lain-lain.
            Detail yang dibuat haruslah mencukupi untuk dapat dilakukan pendekatan perhitungan biaya yang akan dibutuhkan, Biasanya diperlukan data-data seperti :
·         Ukuran-ukuran utama kapal
·         Estimasi berat kapal
·         Tipe mesin utama
·         Fitur-fitur khusus pada kapal, misalnya peralatan bongkar muat, sistem stabilitas kapal, sistem komunikasi, dan lain-lain
Selain hal-hal yang disebutkan diatas, detail pada tahapan preliminary design haruslah cukup untuk  selanjutnya dilakukan perhitungan pendekatan mengenai biaya operasi kapal. Biaya operasi kapal dapat diperhitungkan berdasarkan informasi-informasi seperti :
·         Jumlah kru kapal
·         Banyaknya konsumsi bahan bakar
·         Banyaknya konsumsi minyak lumas
·         Biaya perawatan kapal,termasuk biaya perawatan peralatan-peralatan pada kapal, dan lain sebagainya.
Selain biaya operasi kapal yang dapat diperkirakan berapa besarnya, detail-detail dalam preliminary design juga harus memberikan informasi yang cukup untuk dilakukan perhitungan pendekatan mengenai pendapatan yang diperoleh pemilik kapal dari operasi kapalnya. Perhitungan ini diperoleh berdasarkan informasi-informasi seperti :
·         Deadweight
·         Payload
·         Kapasitas ruang muat, dan lain sebagainya.
Dalam preliminary design juga dipertimbangkan kemampuan kapal untuk beroperasi pada berbagai jenis kondisi muatan dan pembebanannya, termasuk kondisi ballast. Dalam prakteknya penggunaan komputer akan mempermudah pekerjaan desainer kapal untuk mendapatkan akurasi yang tepat serta pemilihan alternatif lain yang mungkin lebih optimal.


II.2.3   Contract Design
            Desain kontrak adalah tahapan ketiga dalam design stage yang didalam desain kontrak akan dilakukan persiapan-persiapan pengerjaan contract specification dan contract drawing. Tujuan utama dari persiapan contract specification dan contract drawing adalah, pembuatan dokumen yang secara akurat mendeskripsikan kapal yang akan dibuat. Selanjutnya dokumen tersebut akan menjadi dasar dalam kontrak atau perjanjian pembangunan antara pemilik kapal dan pihak galangan kapal.
Setiap galangan kapal memiliki format yang berbeda dalam mempersiapkan spesifikasi.
Misalnya galangan-galangan kapal di jepang dan korea selatan, mempersiapkan format spesifikasinya dalam 3 bagian yaitu, badan kapal (hull), permesinan dan kelistrikan. Sedangkan komponen dari contract drawing dan contract specification meliputi :
·         Arrangement drawing
·         Structural drawing
·         Structural details
·         Propulsian arrangement
·         Machinery selection
·         Propeller selection
·         Generator selection
·         Electrical selection
Dimana keseluruhan komponen-komponen diatas biasa disebut key plan drawing. Key plan drawing tersebut harus mereprensentaikan secara detail fitur-fitur kapal sesuai dengan permintaan pemilik kapal
           
Pada tahap contract design ini, membutuhkan lebih banyak pekerja, karena mengingat banyaknya hal-hal yang harus dikerjakan untuk mendapatkan desain yang sesuai dengan permintaan pemilik kapal, biasanya pada tahap ini memerlukan banyak tenaga kerja sebesar 5000 hari orang.

II.2.4   Peranan Suppliers Dalam Proses desain
            Biaya permesinan, peralatan dan perlengkapan bekisar antara 50% sampai dengan 70% biaya pembangunan kapal secara keseluruhan. Pentingnya peranan pemasok suku cadang dan pabrikannya dalam proses pengakuisisian kapal tidaklah bisa dikesampingkan. Pemilik kapal dan desainer kapal seharusnya saling bekerja sama dalam tahapan desain. Peranan dari suppliers dalam proses ini adalah memberikan informasi produknya yang up-to-date, informasi tersebut antara lain sebagai berikut :
·         Ukuran/dimensi fisik
·         Berat
·         Kapasitas dan kemampuan
·         Biaya awal atau daftar biaya
·         Tenaga dan pelayanan bantuan
·         Perawatan dan ketersediaan suku candang
·         Gambar cara pemasangan
·         Data kebisingan
Peranan suppliers juga sangat penting apabila terjadi hal-hal yang rancu dan bersifat bias, suppliers dapat memberikan keterangan lebih lanjut, dan membantu desainer memilihkan jenis produk yang sesuai dengan permintaan pemilik kapal .
Pemilik kapal mungkin juga telah memiliki hubungan dengan pabrik mesin atau suppliers perlengkapan lainnya, dimana pemilik kapal telah mempunyai referensi tersendiri tentang jenis permesinan, peralatan dan perlengkapan yang akan terpasang di dalam kapal miliknya. Keuntungan lainnya bila pemilik kapal telah menjalin hubungan yang erat dengan suppliers antara lain :
·         Dapat melakukan negosiasi tersendiri dengan suppliers
·         Dapat memberikan pelatihan kepada kru mengenai peralatan yang akan ia beli dari supplier tersebut
·         Kemudahan dalam perjanjian garansi, dan lain sebagainya.


II.2.5   Pengujian Model
            Untuk mengkonfirmasi prediksi tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakan kapal pada  tahap preliminary dan contract design perlu dilakukan pengetesan terhadap model secara independen. Pengetesan model tersebut dilakukan di laboratorium uji tarik, selain itu pengujian lainnya pun perlu dilakukan, bergantung pada fungsi kapal tersebut, ukuran dan kompleksitas ukuran, biaya dan jumlah kapal.
Pengujian itu meliputi :
·         Prediksi tenaga pada perairan tenang
·         Prediksi tenaga pada perairan bergelombang reguler
·         Prediksi tenaga pada perairan bergelombang irreguler
·         Optimum trim test
·         Olah gerak dan manuver kapal
·         Seakeeping dan deckwetness test
·         Gerakan kapal
·         Beban mooring
·         Beban propeller, getaran dan kavitasi, serta berbagai macam test lainnya
Beberapa jenis tes yang disebutkan diatas dapat dilakukan setelah kontrak telah ditandatangani, untuk membuktikan apakah galangan kapal telah membuat kapal sesuai dengan spesifikasi kontrak yang telah dikeluarkannya.

II.3      Commercial Activities
            Tahapan ketiga dalam proses pengakuisisian kapal adalah aktivitas komersial, yang dimaksud dalam aktivitas komersial ini adalah permintaan penawaran harga kepada galangan kapal, negosiasi, penandatanganan kontrak dan kegiatan yang berhubungan dengan finansial lainnya.
            Hal-hal yang menyangkut aktivitas komersial ini dapat dijabarkan menjadi beberapa tahapan lebih lanjut, yaitu :
·         Penyeleksian galangan kapal yang akan menerima tawaran pembangunan
·         Penyeleksian galangan yang yang telah menerima tawaran  pembangunan tersebut
·         Proses penawaran
·         Analisis tawaran/permintaan
·         Persiapan perjanjian kontrak
·         Negosiasi dalam kontrak
·         Persiapan dalam bidang finansial
·         Penandatanganan kontrak

II.3.1   Penyeleksian Galangan Kapal yang Akan Menerima Tawaran Pembangunan
            Terdapat kurang lebih 500 galangan kapal di dunia yang sanggup membuat kapal dengan ukuran sekecilnya 5000DWT, sehingga dalam prakteknya sangat susah untuk menawarkan tawaran proyek pembangunan kapal ke setiap galangan kapal tersebut, sehingga perlu dibatasi  mengenai jumlah galangan kapal yang akan ditawari proyek pembangunan kapal tersebut.
           

Pertimbangan-pertimbangan yang perlu dilakukan dalam menyeleksi galangan-galangan kapal tersebut adalah sebagai berikut :
·         Fasilitas dari galangan tersebut
·         Kemampuan teknis dari galangan
·         Pengalaman
·         Posisi pemesanan ,pakah bisa dilakukan dalam waktu dekat atau tidak.
·         Lokasi geografis.
·         Kepuasan pelanggan
·         Pekerja galangan tersebut
·         Kebijakan politik
Jumlah dari galangan kapal yang diberi penawaran juga tergantung dari jumlah kapal yang akan dipesan, jika jumlah kapal yang akan dipesan lebih banyak, maka akan diperlukan bantuan dari galangan yang lebih banyak pula.

II.3.2   Penyeleksian galangan yang yang telah menerima tawaran  pembangunan tersebut
            Permulaan pada tahapan ini adalah mengirimkan sejumlah dokumen dan formulir yang berisikan permohonan pembangunan kapal ke setiap galangan kapal yang telah diseleksi sebelumnya, diantara dokumen tersebut disebutkan jumlah kapal yang akan dipesan,ukuran dan tipe kapal yang akan dibangun.Selanutnya pemilik kpal akan menunggu respon dari galangan kapal, apakah tertarik untuk membangunkan kapal untuknya ataukah tidak.

II.3.3   Proses penawaran
            Tahapan selanjutnya adalah meminta galangan kapal yang telah memenuhi persyaratan yang diajukan pemilik kapal untuk mengirimkan proposalnya yang berisi gambaran secara umum pengerjaan kapalnya. Proses permintaan penawaran ini biasa disebut request for propossal(RFP), keperluan dari serah terima dan persetujuan propossal ini adalah dicapainya hubungan antara pemesan dan galangan kapal yang saling menguntungkan.
            Biasanya pemilik kapal akan memberikan waktu yang cukup kepada galangan kapal untuk mempelajari isi dari proposal tersebut, bila waktu yang diberikan terlalu singkat, maka galangan akan memberikan perhitungan yang kurang akurat, sehingga resiko harga yang menjadi lebih tinggi akan mungkin terjadi.
            Selain itu, biasnya kesalahan dari spesifikasi desain dapat terjadi dan diketahiu dalam tahapan penawaran ini, jikalau terjadi maka pemilik kapal akan merubah spesifikasi yang dimintanya.

II.3.4   Analisa penawaran
            Setelah proses penawaran selesai, pemilik kapal akan menganalisa proposal yang ia terima dari pihak galangankapal, proses analisa proposal ini akan lebih rumit, jika galangan kapal tidak mengikuti prosedur atau permintaan yang sesuai dengan pemilkik kapal atau bahkan, pihak galangan memberikan alternatif pengerjaan yang lain.
            Bila terdapat banyak proposal yang diterima, biasanya akan dibuat urutan berdasarkan harga yang ditawarkan oleh pihak galangan. Tetapi disini pemilik kapal harus berhati-hati sebelum menoak proposal tersebut, mungkin saja proposal yang menyertakan harga yang tinggi tersebut, memenuhi permintaan pemilik, bahkan menambahkan fitur-fitur khusus pada kapalnya yang mungkin akan memenuhi permintaan pemilik kapal. Biasanya juga pihak galangan kapal akan memberikan harga yang sangat tinggi untuk desain yang diajukan oleh pemilik kapal, tetapi mereka telah menyediakan desain alternatif yang lebih kompetitif.
            Pada umunya jika pemerintahan suatu negara yang akan memesan kapal, akan dilakukan tender terhadap desain kapal yang akan dibuatnya, dan hasil dari tender yang melalui proses penyeleksian proposal tersebut akan diumumkan secara terbuka, biasanya desain yang paling murah dan kompetitif yang akan diterima.

II.3.5   Negosiasi Kontrak
            Tahapan selanjutnya adalah negosiasi atau tawar menawar antara pemilik kapal dan galangan kapal, kecuali bila proposal yang diterima murni berdasarkan harga yang terendah. Proses negoisasi ini biasanya akan dilakukan terhadap beberapa kandidat yang dirasa cocok dengan kondisi dan keinginan pemilik kapal. Pemilik kapal tersebut akan memilih setidaknya 3 kandidat yang akan diajak bernegosiasi. Ada alasan mengapa adanya beberapa kandidat tersebut, karena dengan menyiapkan beberapa kandidat tersebut dapat diantisipasi akan adanya jalan buntu dalam bernegosiasi.

II.3.6   Persiapan Finansial
            Terdapat beberapa sumber keuangan yang didapatkan oleh pemilik kapal, sumber keuangan itu antara lain adalah sebagai berikut :
·         Hutang
·         Kontrak
·         Hibah dari pemerintah
II.3.6.a  Hutang
            Keuangan yang didapat dari hutang mungkin akan lebih mahal, yang biasanya dihindari oleh pemilik kapal, kalaupun hal ini terjadi, biasanya pemilk kapal dalah lembaga milik pemerintah dan jarang sekali lembaga swasta yang melakukan pinjaman
II.3.6.b   Kontrak
            Ada dua macam kontrak, yaitu operating leases dan finance leases , yang dimaksud dengan operating leases adalah penyewaan kapal sedangkan finance leases adalah kondisi dimana pihak yang menyewakan hanya bertanggung jawab terhadap keuangan saja, sedangkan pihak penyewa bertanggung jawab terhadap asuransi dan semua biaya operasional.

II.3.6.c   Hibah Pemerintah
            Biaya yang dibantu pemerintah biasanya bertujuan untuk menstimulasi dunia perkapalan domestiknya, termasuk galangan kapal dan perusahaan pelayaran domestik. Bantuan dari pemerintah ini dalam bentuk :
·         Pinjaman
·         Subsidi dengan bunga rendah
·         Hibah dana kepada galangan kapal
·         Hibah dana kepada pemilik kapal
·         Dana dan pinjaman kepada industri pendukung
·         Subsidi biaya operasi kepada galangankapal
·         Insentif pajak
·         Garansi pinjaman swasta
·         Perjanjian pinjaman yang mudah
·         Subsidi terhadap proses scrapping kapal
·         Dan lain sebagainya

II.3.7   Perjanjian Kontrak
Tahapan selanjutnya dalam proses pengakuisisian kapal adalah perjanjian kontrak, yaitu merupakan hubungan yang formal dan legal antara pembeli(pemilik kapal) dengan penjual (galangan kapal),. Perjanjian kontrak merupakan suatu proses yang kompleks dan rumit, kerumitan ini harus ditangani secara hati-hati dan cermat.
Kerumitan dalam perjanjian kontrak ini akibat, proses kontrak melibatkan banyak pihak, dan mungkin saja dalam lingkup internasional yang akan melibatkan regulasi dan yuridiksi dari masing masing badan yang terlibat, selain itu, mungkin saja pembiayaan pembangunan kapal melibatkan banyak badan keuangan yang akan menambah komplektifitas perjanjian kontrak.
Dalam rangka mewujudkan perjanjian kontrak yang valid, maka, ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan, yaitu :
·         Setiap pihak harus kompeten dalam bidang masing-masing
·         Setiap pihak harus menyetujui aturan yang ditetapkan oleh pemerntah
·         Pada waktu penyelesaian pembangunan yang tertera pada kontrak haruslah masuk akal untuk dilaksanakan pembangunan
Pihak galangan kapal juga harus menyertakan keterangan yang jelas dalam formulir kontraknya, keterangan-keterangan tersebut meliputi :
·         Identitas pihak yang akan terlibat dalam pembangunan kapal
·         Penjelasan hal-hal yang akan diselesaikan
·         Harga
·         Waktu penyerahan
·         Garansi
·         Tes
·         Prosedur untuk penggantian
·         Yuridiksi yang legal beserta resolusi-resolusi yang berlaku
Selain itu didalam kontrak harus disebutkan dengan jelas mengenai jenis kapal, tipe ukuran utama, registrasi dan biro klasifikasinya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS